Lensakaltim.com (Kutim) – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, meninjau langsung perkembangan proyek jembatan Telen yang berada di Desa Batu Timbau, yang disebut-sebut menjadi salah satu pembangunan kunci jalur industri, Rabu (10/12/2025).
Jembatan milik PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) berdiri mencolok, menandai babak baru pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Kutai Timur. Jembatan yang dirancang dengan lebar 20 meter dan panjang 200 meter ini berada di kilometer 90 jalur perusahaan.
Dibangun menggunakan struktur beton modern, fasilitas ini digadang-gadang menjadi akses utama bagi lintasan hauling batubara dari Kecamatan Busang menuju Pelabuhan Lubuk Tutung di Bengalon, menempuh jalur kurang lebih 110 kilometer.
Bagi Mahyunadi, keberadaan jembatan tersebut bukan hanya urusan teknis industri. Ia menyebutnya sebagai indikator komitmen PT KNC dalam menanamkan investasi yang sehat, terukur, dan bermanfaat bagi daerah.
Dalam kunjungannya, Mahyunadi menyempatkan diri berdialog dengan tim konstruksi, memastikan pekerjaan berlangsung sesuai prosedur. Ia mengingatkan agar perusahaan memegang teguh regulasi, terutama Amdal dan aspek lingkungan lainnya.
“Setiap aktivitas perusahaan mesti berada dalam koridor aturan. Kepatuhan itu yang menciptakan iklim investasi yang baik,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menyerap tenaga kerja lokal serta mendorong peningkatan kemampuan masyarakat. Menurutnya, perusahaan harus menjadi bagian dari proses pemberdayaan, bukan sekadar menjalankan operasi.
Wabup memberikan apresiasi atas langkah PT KNC yang menggunakan material konstruksi dari penambang batu berizin. “Ini praktik yang benar, dan harus konsisten dilakukan. Pembangunan tidak boleh menimbulkan persoalan baru,” tambahnya.
Mahyunadi turut menyampaikan pesan kepada warga sekitar agar terus menjaga suasana yang aman dan kondusif. Ia menilai stabilitas sosial menjadi kunci utama bagi keberlanjutan investasi serta pemerataan pembangunan.
Lebih jauh, ia berharap keberadaan PT KNC membawa dampak ekonomi yang meluas. “Kita ingin UMKM lokal memetik manfaat, petani punya pasar, dan pelaku usaha kecil bisa ikut terlibat. Perusahaan harus menjadi motor yang menggerakkan ekonomi desa,” imbuhnya. (*)













