50 Ribu Lapangan Kerja, Kutim Bidik Kemiskinan Turun hingga 7 Persen

50 Ribu Lapangan Kerja, Kutim Bidik Kemiskinan Turun hingga 7 Persen

Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan strategi terpadu untuk menekan angka kemiskinan 7–7,50 persen pada 2027. Salah satu kuncinya ialah memperluas kesempatan kerja dengan target penyerapan 50 ribu tenaga kerja.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dalam pidato HUT ke -27 Kutim dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I DPRD Kutim, tahun Sidang 2026/2027, Kamis (8/10/2026).

Pada 2025, tingkat kemiskinan Kutim tercatat 8,07 persen. Angka itu ditargetkan turun menjadi 7,60–7,95 persen pada Perubahan RKPD 2026, sebelum kembali ditekan hingga 7–7,50 persen pada 2027.

Ardiansyah menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak cukup melalui bantuan sosial. Pemerintah harus membuka akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, kesehatan, permodalan, dan keterampilan.

“Penanganan kemiskinan tidak boleh dilakukan hanya melalui bantuan sosial. Kita harus menyelesaikan akar persoalannya,” ujar Ardiansyah.

Karena itu, Pemkab Kutim mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Pendidikan vokasi dan pelatihan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja melalui optimalisasi BLK Mandiri dan kerja sama dengan lembaga pelatihan lainnya.

“Keterampilan tenaga kerja harus terus ditingkatkan agar masyarakat Kutai Timur tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” katanya.

Selain memperkuat investasi dan tenaga kerja, pemerintah mendorong ekonomi kreatif serta sektor informal melalui dukungan permodalan.

Di sektor pendidikan, Pemkab Kutim menjalankan Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulan, beasiswa bagi 1.000 hafiz dan hafizah setiap tahun, serta bantuan buku, seragam, dan sepatu gratis bagi pelajar PAUD hingga SMP.

Upaya peningkatan kualitas SDM tersebut turut tercermin dari kenaikan Angka Harapan Lama Sekolah dari 13,02 tahun pada 2024 menjadi 13,22 tahun pada 2025. Sementara Angka Harapan Hidup Kutim mencapai 74,87 tahun.

Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kutim pada 2025 berada di angka 6,20 persen dan ditargetkan turun menjadi 5,50–6 persen pada 2027.

Dengan strategi yang terus diperkuat, Pemkab Kutim optimistis pertumbuhan ekonomi dapat semakin membuka ruang bagi masyarakat untuk bekerja dan berusaha. Target 50 ribu tenaga kerja dan penurunan kemiskinan hingga 7 persen menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif—agar kemajuan Kutim tidak hanya terlihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi benar-benar dirasakan melalui meningkatnya kesempatan, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *