Lensakaltim.com (Kutim) – Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, jumlah ATS di Kutim turun signifikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Mulyono, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pendidikan bersama lintas sektor yang secara aktif melakukan pendataan dan penanganan langsung di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka anak tidak sekolah di Kutim berhasil turun. Dari 12.802 anak kini menjadi sekitar 9.000, berarti ada penurunan sekitar 4.000 anak,” ujar Mulyono belum lama ini.
Ia menjelaskan, dari total 12.802 anak yang tercatat sebelumnya, sebanyak 9.463 anak belum pernah bersekolah, 1.451 anak sudah lulus namun tidak melanjutkan pendidikan, dan 1.888 anak putus sekolah di tengah jalan. Kondisi tersebut sempat menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah ATS cukup tinggi secara nasional.
Menanggapi hal itu, Disdikbud Kutim langsung bergerak cepat dengan melakukan pendataan mandiri untuk memastikan keakuratan informasi di lapangan. Data ATS kini disusun lebih detail by name by address, dan tengah divalidasi agar program intervensi bisa tepat sasaran.
“Meskipun ada penurunan, perjuangan kami belum selesai. Masih ada sekitar 9.000 anak yang belum kembali ke bangku sekolah, dan InsyaAllah dalam waktu dekat bisa berkurang lagi sekitar 4.000 anak,” tambahnya optimistis.
Selain validasi data, Disdikbud Kutim kini tengah menyiapkan proyek perubahan yang fokus pada upaya mengatasi persoalan ATS secara sistematis dan berkelanjutan. Program tersebut melibatkan berbagai sektor, mulai dari perangkat daerah, lembaga sosial, hingga dukungan masyarakat. (adv/lk)













