Lensakaltim.com (Kutim) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai melakukan langkah strategis dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VIII Kalimantan Timur Tahun 2026 di Paser. Salah satunya dengan menggelar tes fisik dan tes psikologi atlet tahap pertama, yang dilaksanakan di Kantor KONI Kutai Timur, Kompleks Olahraga Kudungga, Sangatta, selama dua hari, Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025.
Sebanyak 350 atlet dari berbagai cabang olahraga yang ada di Kutai Timur mengikuti asesmen tahap awal ini. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memetakan kondisi fisik, mental, dan kesiapan atlet secara objektif sebagai dasar pembinaan jangka panjang menuju target prestasi daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, Rahman, menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan bagian penting dari upaya KONI Kutim untuk bersaing secara realistis dan terukur dengan daerah lain di Kalimantan Timur.
“Secara teori dan kualifikasi, kita bersaing dengan daerah-daerah yang setara. Saat ini posisi Kutai Timur berada di peringkat empat dengan selisih yang tidak terlalu jauh dari peringkat tiga. Karena itu, data atlet harus benar-benar valid agar pembinaan yang dilakukan tepat sasaran dan target minimal tiga besar bisa kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Rahman menegaskan, keterlibatan tim konsultan independen dilakukan agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, tanpa data yang valid, proses pembinaan berisiko tidak maksimal dan berdampak langsung pada hasil prestasi daerah.
“Kami ingin semua data fisik dan psikologis atlet ini benar-benar real, bukan sekadar laporan di atas kertas. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar evaluasi dan pembinaan ke depan, sehingga target pemerintah daerah di bidang olahraga bisa tercapai,” tambahnya.
Tes fisik dan psikologi ini melibatkan tim konsultan dari Sport Education FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Ketua Tim Konsultan, Dr. Galih Priyambada, menekankan bahwa prestasi olahraga tidak bisa mengandalkan faktor kebetulan, melainkan harus dipersiapkan secara sistematis dan serius.
“Olahraga prestasi itu peluang kebetulannya sangat kecil. Semua harus dipersiapkan dengan kerja keras, disiplin latihan, dan kesiapan mental. Target tidak bisa dicapai dengan santai, tapi harus diupayakan bersama,” jelasnya.
Dr. Galih juga memperkenalkan tim pendamping yang terdiri dari akademisi olahraga dan psikolog profesional, termasuk Na’ita Faulinna, yang berpengalaman mendampingi atlet prestasi di level lokal, nasional, hingga internasional.
Dalam asesmen ini, para atlet menjalani dua tes utama, yakni tes psikologi (screening mental) dan tes fisik. Tes fisik meliputi sembilan item, antara lain tes kecepatan lari 20 meter, agility shuttle run 4 x 5 meter, push-up, sit-up, body weight squat selama 60 detik, serta tes daya tahan (endurance).
“Tes ini bukan untuk menakuti atlet, tapi untuk mengetahui kondisi mereka secara menyeluruh, baik fisik maupun mental. Dengan begitu, program pembinaan bisa disusun lebih tepat,” ungkap Dr. Galih.
Melalui asesmen tahap pertama ini, KONI Kutai Timur berharap dapat membangun fondasi pembinaan yang kuat, terukur, dan berkelanjutan, guna mengantarkan atlet Kutim tampil optimal dan berprestasi pada PORPROV VIII Kaltim 2026 di Paser.(AM)













