Lensakaltim.com (Kutim) – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kutai Timur, Misliansyah menerima langsung kedatangan massa aksi solidaritas guru honorer yang menggelar unjuk rasa di depan kantor BKPSDM, Senin (4/5/2026) pagi.
Aksi yang diikuti puluhan guru honorer tersebut, berlangsung tertib dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kejelasan status kepegawaian, peningkatan kesejahteraan, serta kepastian formasi dalam proses pengangkatan menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Kepala BKPSDM Kutim berdiskusi dengan para pendemo dan membuka ruang dialog sebagai bentuk respon atas aspirasi yang disampaikan. Misliansyah menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kondisi dan harapan para guru, yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan.
“Kami menerima dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan. Ini akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mengoordinasikan lebih lanjut,” ujarnya Misliansyah, saat dikonfrmasi sejumlah awak media usai aksi demo.

Pemerintah sangat terbuka mendengar aspirasi dan pihaknya telah mengusulkan ratusan ASN kepada BKN. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta mengacu pada kebijakan pemerintah pusat. “Tahun ini sebanyak 251 formasi ASN telah diusulkan. Tinggal kita menunggu saja hasilnya dari pusat,” terangnya.
Setelah mengelar aksi dihalaman kantor BKPSDM Kutim, peserta aksi solidaritas guru honorer mendatangi kantor DPRD untuk menyuarakan aspirasi. Ketua DPRD Kutim Jimmi bersama 9 anggota lainnya, menerima dan melaksanakan dialog dengan para peserta aksi terkait tuntutan guru honorer termasuk pembahasan status dan kesejahteraan. (*)













