Lensakaltim.com (Kutim) – Kepala bidang (kabid) Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Heri Purwanto, mengungkapkan bahwa dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mencapai 13.000 anak, proses verifikasi terus ditekan hingga berada di kisaran 9.000-an anak.
Menurut Heri, penanganan ATS di Kutim tercatat terus mengalami penurunan signifikan dari data awal yang mencapai belasan ribu anak. Ia mengaku proses pendataan data ATS sempat diwarnai kendala teknis.
“Waktu itu angka sudah turun di 8.000 sekian. Tapi terus server-nya Pusdatin ada penataan ulang, balik lagi ke 13.000. Itu yang bikin kami kalut, seolah usaha kami sia-sia,” ujar Heri Purwanto, saat ditemui awak media belum lama ini.
Heri menjelaskan bahwa pihaknya langsung melayangkan komplain dan klarifikasi ke pemerintah pusat mengenai data riil hasil validasi lapangan yang telah dikerjakan bersama tim daerah. Setelah sistem normal kembali, data tersebut berhasil disesuaikan secara bertahap.
“Setelah normal kembali, angkanya turun ke 10.000, lalu di posisi terakhir per hari ini berada di angka 9.961 anak,” ujar Heri.
Lebih jauh Heri menegaskan bahwa target Disdikbud Kutim hingga akhir tahun adalah terus menekan angka registrasi ATS agar terus menyusut secara realistis melalui integrasi verifikasi lapangan. “Kalau untuk menjadi nol itu berat, tapi kalau turun sampai ke angka 2.000 atau 3.000 itu masih sangat mungkin untuk kita capai,” terangnya. (adv/ir/ao)













