Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kesadaran aparatur sipil negara (ASN) terhadap pentingnya keamanan digital melalui gerakan Cyber Hygiene. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutim dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang aman, modern, dan terpercaya di era digital.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, Cyber Hygiene merupakan konsep menjaga kebersihan dan keamanan aktivitas digital, layaknya menjaga kebersihan diri agar terhindar dari penyakit. Menurutnya, kesadaran dan disiplin dalam dunia siber kini menjadi keharusan bagi setiap ASN.
“Langkah-langkah sederhana seperti mengganti kata sandi secara berkala, berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dapat menjadi benteng awal melawan ancaman siber,” uncapnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab ganda dalam hal keamanan data: melindungi aset informasi instansi sekaligus menjaga kerahasiaan data masyarakat. Dengan demikian, kebiasaan digital yang sehat bukan hanya sebatas kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap publik.
Ia juga mengimbau seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas digital yang mencurigakan serta segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pihak, kita harapkan penerapan prinsip Cyber Hygiene dapat memperkuat ketahanan siber daerah, meningkatkan profesionalitas aparatur, serta memperkokoh kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan,” paparnya.
Gerakan Cyber Hygiene ini diharapkan menjadi budaya baru di lingkungan Pemkab Kutim sebuah langkah nyata menuju birokrasi digital yang lebih tangguh, bersih, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. (adv/rm/lk01)













