Lensakaltim.com (Kutim) – Ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung hak-hak anak dengan cara menjamin pemenuhan hak dan perlindungan dari kekerasan serta diskriminasi. Pemeirntah Kutai Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), akan menggencarkan program sekolah ramah anak serta puskesmas ramah anak.
Kepala Dinas PPPA Kutim melalui kepala bidang (kabid) Pemenuhan Hak Anak, Rita Winarni, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya telah mengadakan lomba. Dimana lomba ini bertujuan agar sekolah yang telah tercatat akreditasi mandiri bisa masuk ke dalam jenjang nasional.
“Itu kemarin pelaksanaan di bulan September, sedangkan pengumumannya kita laksanakan kemarin di bulan Oktober,” ungkap Rita Winarni.
Ia mengaku bahwa pada tahun 2024, ruang bermain ramah anak telah tersedia di Taman Venus. Rita Winarni menambahkan, untuk tahun ini pihaknya tengah melakukan proses pendampingan dalam pengembangan ruang bermain di kawasan Town Hall Sangatta.
“Tahun ini kita lagi progres di Town Hall, kebetulan ini kita lagi ada pendampingan assesmen penilaian kedua untuk ruang bermain yang terintegrasi,” jelasnya.
Setelah melakukan pendampingan di Town Hall Sangatta secara online, Perusahaan tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) memberikan persetujuan, maka hal ini akan menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan ruang bermain ramah anak di kawasan tersebut.
Ia menyampaikan langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan anak di Kutim semakin aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Tapi kedepannya jika memang KPC setuju setelah kita melakukan pendampingan secara online, nanti ada dari Kementerian PPPA akan turun untuk assessmen secara langsung di lokasi,” pungkasnya. (adv/dr/lk)













