HAORNAS 2026, Ardiansyah Sulaiman; Momentum Kebangkitan Olahraga Kutim

Haornas 2026, Ardiansyah Sulaiman; Momentum Kebangkitan Olahraga Kutim
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman

Lensakaltim.com (Kutim) – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum yang dipusatkan di Stadion Kudungga, Sangatta, Jumat (2/10/2026), menjadi ajang memperkuat komitmen pemerintah daerah bersama insan olahraga untuk mendorong pembinaan atlet sekaligus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser.

Haornas 2026 secara resmi dibuka Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Ketua DPRD Kutim, Ketua KONI Kutim, Ketua KORMI Kutim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus organisasi olahraga, cabang olahraga (cabor), induk organisasi olahraga (inorga), serta para insan olahraga di Kutim.

“Haornas tahun ini berlangsung semarak. Berbagai penampilan dan atraksi olahraga ditampilkan, melibatkan unsur KONI maupun KORMI. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan geliat olahraga Kutim yang tidak hanya bertumpu pada olahraga prestasi, tetapi juga olahraga masyarakat,” kata Ardiansyah Sulaiman, saat dikonfirmasi awak media disela-sela pelaksanaan HOARNAS 2026.

Namun, di balik kemeriahan Haornas, perhatian utama kini tertuju pada kesiapan kontingen Kutim menghadapi Porprov VIII Kaltim di Paser. Momentum Haornas menjadi kesempatan untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet yang akan membawa nama Kutim dalam ajang olahraga tingkat Provinsi tersebut.

“Doa dan dukungan masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan bagi atlet yang tengah menjalani tahapan akhir persiapan. Apalagi, Kutim membawa target untuk bersaing di papan atas perolehan medali Porprov VIII Kaltim,” jelas Ardiansyah Sulaiman.

Target masuk tiga besar menjadi sasaran yang terus didorong. Dengan capaian dan perkembangan pembinaan olahraga Kutim selama ini, target tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur sejauh mana pembinaan atlet, kesiapan pelatih, serta dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga telah berjalan.

Karena itu, Haornas 2026 tidak boleh berhenti pada perayaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga membutuhkan pembinaan yang konsisten, fasilitas yang memadai, kompetisi yang berkelanjutan, serta perhatian terhadap atlet sejak usia dini.

“Pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang Porprov, tetapi harus menjadi program berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet Kutim yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional,” jelasnya.

Dengan Porprov VIII Kaltim yang semakin dekat, Haornas 2026 menjadi momentum untuk mempertegas satu hal, prestasi olahraga Kutai Timur harus dibangun melalui pembinaan yang serius, terukur dan berkelanjutan.

“Target tiga besar bukan hanya angka di papan klasemen, tetapi menjadi bagian dari tantangan untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga Kutim di arena kompetisi terbesar tingkat provinsi tersebut,” imbuhnya. (adv/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *