Hidupkan Kembali Pasar Sangatta Selatan, Lantai Dua Dipoles Jadi Sentra Kuliner

Hidupkan Kembali Pasar Sangatta Selatan, Lantai Dua Dipoles Jadi Sentra Kuliner
Camat Sangatta Selatan, Dewi.

Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan terus berupaya mengoptimalkan keberadaan Pasar Sangatta Selatan agar kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu terobosan yang tengah dimatangkan adalah menyulap lantai dua pasar menjadi sentra kuliner dengan konsep tradisional yang dikemas lebih modern.

Gagasan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas di dalam gedung pasar sekaligus membuka ruang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner.

Camat Sangatta Selatan Dewi mengatakan, penataan pasar menjadi penting karena kapasitas bangunan yang tersedia saat ini belum mampu menampung seluruh pedagang. Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang masih memilih berjualan di luar gedung pasar.

“Kalau mau ditertibkan, pasti masih ada pedagang yang berjualan di luar. Kalau tidak semuanya masuk, pedagang lain juga kemungkinan tidak mau masuk,” kata Dewi, Jumat (9/10/2026).

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Kecamatan Sangatta Selatan telah melakukan pembahasan bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sangatta Selatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur.

KNPI Sangatta Selatan turut menyampaikan rancangan awal penataan lantai dua pasar. Konsep yang ditawarkan menggabungkan karakter pasar tradisional dengan sentuhan kekinian, termasuk menghadirkan pujasera yang dapat diisi berbagai usaha kuliner.

“Untuk lantai duanya nanti kita buat seperti pasar tradisional, tetapi dikemas lebih kekinian. Ini bekerja sama dengan teman-teman KNPI Sangatta Selatan,” ujarnya.

Konsep tersebut mendapat respons positif dari Disperindag Kutim. Namun, sebelum masuk tahap pelaksanaan, pemerintah masih perlu mematangkan sejumlah aspek teknis, terutama terkait kebutuhan anggaran dan kondisi fisik bangunan.

Dewi menyebutkan, pihaknya telah meminta KNPI Sangatta Selatan menyusun estimasi biaya yang diperlukan untuk pembongkaran maupun pembenahan bangunan. Perhitungan tersebut akan menjadi salah satu acuan dalam menentukan tahapan penataan berikutnya.

Selain menyiapkan sentra kuliner di lantai dua, pemerintah kecamatan juga tengah memikirkan penataan pedagang yang selama ini membuka lapak di bantaran sungai.

Relokasi menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan agar aktivitas perdagangan dapat ditempatkan di kawasan yang lebih tertib dan aman. Namun, rencana tersebut masih akan dibahas bersama masyarakat dan tokoh-tokoh Sangatta Selatan.

Menurut Dewi, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan kawasan pasar ke depan. Pemerintah kecamatan akan kembali melakukan koordinasi dan membuka ruang diskusi agar penataan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya mendapat tugas pekerjaan rumah dari Pak Bupati untuk berkoordinasi dan berdiskusi kembali dengan tokoh-tokoh masyarakat Sangatta Selatan, terutama terkait kelanjutan pasar dan pembangunan masjid,” pungkasnya.

Jika konsep tersebut terealisasi, lantai dua Pasar Sangatta Selatan tak hanya menjadi ruang tambahan bagi aktivitas perdagangan. Area tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat kuliner baru yang mampu mempertemukan pelaku usaha, pedagang, dan masyarakat dalam satu kawasan yang lebih tertata.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kecamatan Sangatta Selatan menghidupkan kembali fungsi pasar dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *