Kutim Bersholawat di Tengah Kepungan Asap, Ardiansyah Berharap Hujan Segera Turun

Kutim Bersholawat di Tengah Kepungan Asap, Ardiansyah Berharap Hujan Segera Turun
Suasana Kutim Bersholawat yang dihadiri langsung Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman serta ribuan Jemaah Kutai Timur.

Lensakaltim.com (Kutim) – Lantunan selawat menggema di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (16/10/2026) malam. Ribuan umat Muslim larut dalam suasana khusyuk saat mengikuti Kutai Timur Bersholawat dan Lailatul Ijtima dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Di balik lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, terselip harapan besar agar Kutim segera terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang hadir bersama istrinya, Siti Robiah, mengajak masyarakat menjadikan selawat sebagai amalan sehari-hari. Menurutnya, memperbanyak selawat merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah sekaligus wujud ketaatan kepada Allah SWT.

“Sebagaimana disampaikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, siapa yang berselawat satu kali kepada Rasulullah akan mendapatkan balasan sepuluh kali selawat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Ardiansyah menegaskan, keutamaan selawat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbanyak amalan tersebut demi mengharapkan rida, rahmat, dan keberkahan Allah SWT dalam kehidupan.

Namun, di tengah momentum hari jadi daerah, perhatian juga tertuju pada kondisi lingkungan Kutim yang masih menghadapi cuaca panas dan musim kemarau. Munculnya titik-titik api serta kabut asap akibat karhutla menambah tantangan yang harus dihadapi masyarakat.

Karena itu, Ardiansyah mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui zikir, selawat, dan doa agar Kutim dijauhkan dari bencana. Ia berharap hujan segera turun secara merata untuk membantu mengatasi kekeringan sekaligus meredakan kebakaran.

“Kita semua berdoa semoga Allah SWT menurunkan hujan yang merata untuk membantu mengatasi kekeringan dan meredakan karhutla. Kita juga memohon hujan yang membawa manfaat, bukan hujan yang justru menimbulkan bencana dan malapetaka,” tuturnya.

Harapan tersebut menjadi bagian dari doa bersama dalam majelis yang dihadiri ribuan jemaah itu. Di tengah ancaman karhutla, masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat ikhtiar melalui doa, tetapi juga menjaga kepedulian terhadap lingkungan dan mendukung upaya penanganan kebakaran.

Ardiansyah berharap Kutai Timur Bersholawat tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam perayaan HUT ke-27 Kutim. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan, memperbanyak zikir dan selawat, serta memohon perlindungan Allah SWT agar karhutla segera mereda dan Kutim kembali sejuk serta aman.

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kutim itu turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat suasana kebersamaan dalam majelis zikir dan selawat. Di tengah kemarau dan kepungan asap, lantunan doa malam itu membawa satu harapan yang sama: Kutim segera terbebas dari karhutla dan hujan yang membawa keberkahan segera turun. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *