Lindungi Anak dari Dampak Kabut Asap, Disdikbud Kutim Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Lindungi Anak dari Dampak Kabut Asap, Disdikbud Kutim Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Disdikbud Kutim melakukan distribusi Masker Kesehatan kepada Koordinasi Wilayah, sebagai langkah antisipasi dini menghadapi Asap Karhutla.

Lensakaltim.com (Kutim) – Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pemerintah kecamatan untuk memastikan perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik.

Langkah tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran, tetapi juga diperkuat dengan upaya pencegahan langsung di lapangan. Salah satunya melalui distribusi masker medis kepada masyarakat dan warga sekolah di sejumlah wilayah terdampak.

Sekretaris Disdikbud Kutim Akhmad Asari mengatakan, perlindungan terhadap anak-anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan dampak kabut asap dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

“Pencegahan ini adalah kerja bersama lintas sektor. Dinas Kesehatan, jajaran pimpinan kecamatan atau para Camat, hingga dinas pendidikan turun tangan langsung membagikan masker medis bagi masyarakat dan warga sekolah. Koordinasi ini terus kami perkuat,” ungkap Asari.

Menurutnya, pembagian masker menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk membantu mengurangi risiko paparan polusi udara, khususnya bagi anak-anak yang merupakan kelompok rentan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan kondisi udara tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah. Disdikbud, Dinkes, kecamatan hingga fasilitas pelayanan kesehatan terus bergerak dalam satu koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons sesuai kondisi di lapangan.

Untuk memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi wilayah, Disdikbud Kutim secara rutin mengikuti rapat koordinasi bersama tim Asisten Pemkab Kutim dan seluruh Camat.

Melalui koordinasi tersebut, perkembangan kondisi kesehatan masyarakat yang dihimpun dari puskesmas di masing-masing kecamatan dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.

“Sinergi ini penting agar kebijakan yang diambil Disdikbud sejalan dengan kondisi riil di tingkat kecamatan,” jelas Asari.

Ia menilai dukungan pemerintah kecamatan dan Dinkes menjadi bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah menghadapi dampak kabut asap. Dengan koordinasi yang berjalan, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan.

“Kami mengapresiasi dukungan Dinkes dan para Camat yang sigap bergerak di lapangan,” katanya.

Disdikbud berharap kondisi kualitas udara di Kutim segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung secara optimal. Namun, selama kondisi belum sepenuhnya aman, pemerintah memastikan aspek kesehatan dan keselamatan anak tetap menjadi perhatian utama.

“Harapan kita bersama, kondisi kualitas udara di Kutai Timur bisa segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan aman dan nyaman,” tutupnya. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *