Lensakaltim.com (Kutim) – Jelang bulan Ramadhan 1447H, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) melakukan persiapan dalam memastikan layanan air bersih tetap optimal. Salah satunya melalui kegiatan pembersihan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.
Fokus utama kegiatan ini adalah pembersihan lumpur pada bak penampungan prasedimentasi. Langkah tersebut guna menjaga kinerja sistem pengolahan air. Agar kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan tetap terjaga.
Manajer Produksi Perumdam Kutim, Fahrul, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan selama sekitar dua jam. Selama proses berlangsung, pengaliran air tetap berjalan meski terjadi penurunan debit sekitar 30 liter/detik.
Ia menambahkan, kegiatan akan dilanjutkan dengan pembersihan enam unit Water Treatment Plant (WTP). Untuk pembersihan dua WTP diperkirakan memakan waktu satu hari.
“Setelah pengerjaan kurang lebih empat jam, pengaliran air kembali normal. Pekerjaan hari ini melibatkan 15 personel,” jelasnya tepat didepan bangunan Prasedimetasi IPA Kabo, Jum’at (5/2/2026).
Terlihat para petugas teknis melakukan pengurasan endapan lumpur yang mengendap di bak penampungan. Pembersihan ini memang rutin dilakukan agar endapan tidak mengganggu aliran. Maupun proses pengolahan air bersih.
Total waktu pengerjaan sekitar lima hari. Termasuk pembersihan prasedimentasi yang dilakukan hari ini. Dimulai 6-10 Februari 2026 mendatang.
Kepala Perumdam Cabang Sangatta Utara Hevi Muhammad menambahkan bahwa pembersihan dilakukan pada unit pengolahan yang berpotensi mengalami penurunan kinerja akibat akumulasi endapan dan kotoran selama operasional normal.
Selama kegiatan berlangsung, kapasitas produksi IPA Kabo yang normalnya mencapai 300 liter per detik akan mengalami penurunan sementara menjadi sekitar 260–270 liter per detik. Penurunan ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari prosedur teknis pekerjaan, dengan waktu pelaksanaan sekitar 4–6 jam.
“Setelah seluruh rangkaian pembersihan selesai dan dilakukan pengecekan operasional, sistem pengolahan air akan dijalankan kembali secara bertahap hingga mencapai kapasitas normal,” pungkasnya. (*)













