Lensakaltim.com (Kutim) – Tak hanya berburu produk UMKM dan menikmati hiburan, pengunjung Pekan Raya Kutim Expo 2026 juga bisa memanfaatkan layanan konseling gratis. Stan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang menghadapi persoalan keluarga, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga konflik akibat kehadiran orang ketiga.
Layanan ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam persoalan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.
Asti, petugas yang menjaga stan DPPPA Kutim selama expo berlangsung, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dihadapi.
“Kami membuka layanan konseling gratis bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai persoalan keluarga, mulai dari KDRT hingga masalah rumah tangga lainnya. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk datang dan menyampaikan persoalan yang dihadapi,” ujar Asti saat ditemui di Stand, Kamis (15/10/2026).
Persoalan rumah tangga memang tidak selalu mudah diselesaikan sendiri. Konflik pasangan, pertengkaran berkepanjangan, hingga kehadiran orang ketiga yang populer disebut pelakor dapat memicu tekanan emosional dan memengaruhi keharmonisan keluarga.
Di sisi lain, tidak semua orang berani menceritakan masalahnya secara terbuka. Rasa malu, takut dihakimi, atau kebingungan mencari tempat mengadu membuat sebagian orang memilih memendam persoalan sendiri.
Melalui layanan konseling gratis tersebut, masyarakat diharapkan memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan sekaligus memperoleh informasi mengenai langkah yang dapat ditempuh sesuai kebutuhan.
Terlebih untuk kasus KDRT, penanganan tidak boleh dianggap sepele. Keselamatan korban harus menjadi prioritas, disertai informasi mengenai jalur pengaduan, perlindungan, dan pendampingan yang tersedia.
Sementara itu, konflik rumah tangga akibat kehadiran orang ketiga juga membutuhkan penanganan yang bijak agar persoalan tidak semakin berlarut-larut. Konsultasi dapat menjadi langkah awal untuk memahami masalah dan mencari jalan keluar yang tepat.
Kehadiran stan DPPPA Kutim di Pekan Raya Kutim Expo 2026 pun menunjukkan bahwa kegiatan expo bukan sekadar ajang hiburan dan promosi produk. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan layanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat.
Asti berharap layanan tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui tempat mencari bantuan ketika menghadapi persoalan keluarga.
“Harapannya, melalui layanan ini masyarakat bisa mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi persoalan, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan anak,” imbuhnya. (adv/rl/ao)













