Lensakaltim.com (Kutim) – Menutup rangkai kegiatan Upgrading Keorganisasian, Prestasi, dan Kehumasan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Wakil Ketua Jepi Darsono, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengurus cabang olahraga (cabor) menjadi faktor krusial dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah.
Jepi menilai, keberhasilan olahraga tidak semata ditentukan oleh kemampuan atlet dan pelatih di arena pertandingan, melainkan juga sangat bergantung pada kualitas tata kelola organisasi. Manajemen yang profesional dinilai mampu menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terukur.
“Olahraga ditopang oleh tiga unsur utama, yakni masyarakat sebagai penikmat, atlet dan pelatih sebagai pelaku prestasi, serta pengurus sebagai penggerak organisasi. Melalui kegiatan upgrading ini, kami ingin memastikan unsur kepengurusan semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Babe Jepi sapaan akrab Jepi Darsono, Selasa (23/12/2025)
Ia menjelaskan, pada hari kedua kegiatan, materi difokuskan pada penguatan bidang kehumasan cabor. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi KONI Kutim untuk meningkatkan eksposur prestasi atlet sekaligus membangun citra positif organisasi olahraga di ruang publik, khususnya di era digital.
Untuk mendukung tujuan tersebut, KONI Kutim menghadirkan dua praktisi media lokal, Qadli Fachruddin dan Irfan Aditama, sebagai narasumber. Qadli memberikan pembekalan teknik penulisan rilis berita dengan pendekatan jurnalistik berbasis kaidah 5W+1H serta pengelolaan konten kehumasan yang efektif. Sementara itu, Irfan Aditama membagikan pemahaman tentang fotografi olahraga berbasis storytelling agar dokumentasi kegiatan memiliki nilai informasi sekaligus daya tarik visual.
Jepi Darsono menambahkan, kemampuan pengurus cabor dalam mengemas informasi secara profesional akan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik, pemangku kepentingan, hingga potensi dukungan sponsor. Ia berharap, pasca kegiatan ini, setiap cabor dapat lebih mandiri dan aktif memproduksi konten positif yang menggambarkan proses pembinaan dan prestasi atlet Kutai Timur.
“Dengan kehumasan yang kuat dan terkelola dengan baik, prestasi atlet tidak hanya tercatat di papan skor, tetapi juga tersampaikan secara luas kepada masyarakat,” imbuhnya. (*)













