Lensakaltim.com (Kutim) – Pengurus Cabang Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan konsilidasi internal, Sabtu (13/6/2026) malam di kediaman Ketua Umum FOBI Kutai Timur, Sangatta.
Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua FOBI Kutai Timur, Charolina Laoh, ini digelar untuk membahas kelanjutan program kerja strategis. turut hadir Pembina FOBI Kutim Jepi Darsono, Sekretaris FOBI Rahman, Bendahara Bayu Rahmanto, serta seluruh jajaran pengurus, penasihat, dan anggota.
Kesempatan itu, Charolina Laoh menjelaskan bahwa koordinasi difokuskan pada perancangan arah kebijakan kegiatan organisasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Melalui pertemuan evaluasi ini, FOBI Kutai Timur berkomitmen memperkuat manajemen pembinaan atlet serta mematangkan kesiapan teknis dalam menghadapi berbagai ajang olahraga mendatang.
Sebagai langkah konkret menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Paser, FOBI Kutai Timur berencana mendatangkan pelatih barongsai nomor satu di Indonesia, sebagai langkah strategis mempersiapkan para atlet.
”Kami mendatangkan pelatih terbaik demi mempertahankan gelar juara umum seperti saat Babak Kualifikasi (BK) lalu. Kemarin kita berhasil meraih 8 medali emas, dan kami berharap prestasi itu bisa dipertahankan dari 9 nomor yang akan dipertandingkan di Paser nanti,” ujar Charolina.
Selain itu, FOBI Kutai Timur juga akan mendatangkan pelatih barongsai kategori naga berlevel nasional. Pelatih tersebut merupakan sosok yang sukses mengantarkan kontingen Bali menjadi juara umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Bali.
Para pelatih nasional ini dijadwalkan memberikan pelatihan intensif selama satu minggu penuh memanfaatkan momentum libur sekolah. Latihan akan berlangsung secara total dari Senin hingga Minggu.
Charolina berharap para atlet dapat berlatih maksimal sehingga target juara yang telah ditetapkan tidak meleset. Selain itu, Ia juga ingin pelatih lokal dapat menyerap ilmu dari pelatih nasional tersebut agar nantinya bisa disalurkan kepada para atlet junior di Kutai Timur.
Di sisi lain, Charolina menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan sumbangsih pemikiran dari seluruh pengurus. Terkait pembagian atribut berupa jaket dan kaos resmi, ia menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya membangun profesionalisme dan identitas lembaga.
Rapat koordinasi yang berjalan dinamis ini berhasil merumuskan sejumlah keputusan strategis demi mendongkrak prestasi olahraga barongsai di Kutai Timur. Mengingat olahraga ini mengombinasikan unsur seni, budaya, dan ketangkasan fisik, manajemen FOBI Kutai Timur menegaskan bahwa soliditas internal yang kuat menjadi kunci utama untuk mencapai target prestasi di masa depan. (am/*)













