Lensakaltim.com (Kutim) – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur XVII. Kontingen Kutim berhasil mengumpulkan 12 medali emas, 13 perak, dan 29 perunggu, menempatkan daerah ini di posisi keenam dari sepuluh kabupaten/kota peserta.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet dan pelatih yang terlibat. Ia menilai capaian tersebut adalah bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun fondasi pembinaan atlet berbasis potensi lokal.
Usai membuka E-Sport Bupati Cup di Gedung PKK Kutim, Jumat (28/11), Mahyunadi mengungkapkan bahwa keberhasilan Kutim tahun ini tidak lepas dari fokus pada pembinaan atlet asli daerah, sebuah perubahan paradigma yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.
“Alhamdulillah Popda Kutim berhasil mendulang 12 emas. Ini bukti keseriusan kita dalam membina bibit muda. Perubahan pola pikir dalam pembinaan atlet menjadi salah satu faktor peningkatan prestasi Kutai Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kutim kini meninggalkan pola lama yang mengandalkan atlet pinjaman dari luar. Menurutnya, atlet lokal memiliki semangat juang lebih besar karena mereka bertarung membawa nama daerah sendiri.
“Kalau atlet asli Kutai Timur, tentu akan mati-matian berjuang untuk daerahnya. Sementara atlet luar tidak memiliki semangat untuk membawa harum nama daerah,” tegasnya.
Mahyunadi menambahkan bahwa keberhasilan Kutim tidak terlepas dari pemerataan pembinaan yang kini menjangkau hingga desa-desa. Berbagai kompetisi digelar di tingkat kecamatan dan desa, menjadi ajang pencarian bakat sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga.
“Pembinaan di Kutim sudah berjalan baik, tidak hanya di perkotaan. Pembinaan juga dilakukan hingga ke desa-desa, dan dari situlah kita menjaring atlet-atlet berbakat untuk bertanding di ajang provinsi maupun nasional,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemkab Kutim memastikan pemberian bonus bagi atlet peraih medali di POPDA XVII telah disiapkan. Langkah ini diharapkan mendorong para atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi.
“Untuk atlet berprestasi di Popda kemarin ada bonus yang sudah disiapkan,” tutup Mahyunadi.
Prestasi di POPDA tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan atlet berbasis potensi lokal di Kutai Timur semakin matang dan siap menghasilkan lebih banyak juara di masa depan. (adv/rm/lk)













