Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) tengah menata ulang birokrasi yang selama ini lamban akibat ketergantungan pada laporan manual. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya data center terpadu yang menyatukan seluruh data Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung pengambilan keputusan real-time.
“Data center ini akan memungkinkan saya melakukan monitoring, evaluasi, hingga perbaikan teknis di seluruh OPD,” ujar Ardiansyah. Menurutnya, kinerja kepala daerah kini menuntut akses data yang cepat dan akurat agar agenda pembangunan berjalan sesuai rencana.
Meski beberapa OPD sudah mengembangkan aplikasi internal, Bupati menilai hal itu belum cukup karena data masih tidak terintegrasi dan jarang diperbarui. “Saya butuh lebih dari itu sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap pekerjaan,” tambahnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (DiskominfoStaper) Kutim tengah menyiapkan dashboard data terpusat sebagai bagian dari program satu data daerah, yang ditargetkan bisa diakses Januari mendatang. Kepala DiskominfoStaper, Ronny Bonar, menekankan sistem ini bukan sekadar gedung server, melainkan manajemen data terpadu yang menghimpun informasi dari OPD, kecamatan, hingga desa.
Setiap OPD akan menunjuk penanggung jawab untuk menginput data secara rutin, sehingga dashboard bisa menampilkan indikator kinerja OPD dan mempermudah evaluasi kepala daerah. Sebagian besar data juga akan dibuka untuk publik, kecuali data pribadi dan informasi keamanan negara, agar masyarakat dapat memantau perkembangan daerah secara transparan.
“Kalau ini berjalan sampai tuntas, penilaian kinerja kepala OPD akan terlihat dari data,” pungkas Ronny. (adv/rm/lk)













