Lensakaltim.com (Kutim) – Keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Justru, perbedaan suku, agama, dan budaya menjadi modal penting untuk menjaga Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tetap aman, kondusif, dan sejahtera.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi saat menghadiri pelantikan pengurus Laskar Pemuda Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) Kabupaten Kutai Timur, masa bakti 2026–2030 di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi Sangatta.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengapresiasi tinggi tema kegiatan yang mengusung semangat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, kondisi masyarakat Kutai Timur yang majemuk harus terus dirawat melalui nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.
“Kita tidak perlu menjadi sama untuk dapat hidup bersama. Kita boleh berbeda suku, agama, maupun pandangan, tetapi ketika bicara Kutai Timur, kita punya kepentingan yang sama untuk menjaga daerah ini aman dan sejahtera,” ujar Mahyunadi.
Politikus yang pernah menjabat Ketua DPRD Kutim periode 2014–2019 itu menilai, organisasi adat dan kemasyarakatan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketenteraman wilayah.
Tokoh adat, lanjut dia, tidak hanya menduduki posisi penting dalam memelihara tradisi luhur, tetapi juga dapat menjadi fasilitator andal ketika muncul dinamika sosial di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Mahyunadi mengingatkan agar penyelesaian persoalan antarwarga sebisa mungkin mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Lembaga adat dinilai menjadi ruang awal yang tepat untuk mencari jalan keluar terbaik sebelum persoalan melebar ke ranah lain.
“Jika ada perselisihan antarwarga, utamakan penyelesaian melalui jalur kekeluargaan dan lembaga adat sebelum melangkah ke ranah lain agar kedamaian tetap terjaga,” tegasnya.
Menurut Mahyunadi, kondisi sosial yang kondusif merupakan modal vital bagi Kalimantan Timur, terlebih setelah provinsi ini dipercaya mengemban amanah besar sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Semua elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.
Namun, mengawal persatuan bukanlah satu-satunya sorotan Mahyunadi. Ia turut menyuntikkan semangat kepada pemuda Dayak agar lebih aktif mengambil bagian dalam roda pembangunan di Kutai Timur.
Generasi muda dituntut jeli menangkap berbagai peluang ekonomi yang tengah berkembang pesat. Ia menekankan agar pemuda lokal tidak hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri.
“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi penonton di tengah geliat pembangunan yang berlangsung di tanah sendiri,” tambahnya.
Atas dasar itu, Mahyunadi meminta kepengurusan LPADKT Kutai Timur yang baru dilantik untuk menyusun program kerja nyata. Kegiatan organisasi tidak boleh sekadar seremonial, tetapi harus menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelatihan keterampilan, akses pendidikan, hingga pengembangan kewirausahaan bagi pemuda harus dijadikan prioritas utama.
Pemerintah Kutim menurut Mahyunadi, sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk LPADKT. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan diyakini mampu melahirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas sekaligus memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
“Selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Semoga mampu membawa organisasi ini makin maju serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan dan membangun daerah,” tutupnya. (adv/rl/ao)













