Lensakaltim.com (Kutim) – Banyaknya keluhan masyarakat terkait bus perusahaan yang sering berhentui sembarangan, mendapat respon cepat dari Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi. Ia mengaku bahwa pemerintah melalui instansi terkait segera berkoordinasi untuk mencarikan Solusi.
Menurutnya, keluhan ini sudah sering diterima oleh pemerintah daerah, terutama di ruas jalan yang padat aktivitas karyawan. Penertiban bus-bus perusahaan yang parkir dan singgah sembarangan dinilai mendesak dilakukan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
“Kami mendengar keluhan ini. Penertiban tetap diperlukan karena parkir liar dan berhenti mendadak sering kali menjadi pemicu kemacetan dan bahkan insiden kecil,” jelas Mahyunadi, saat dikonfirmasi awak media.
Mahyunadi mengatakan, jalur khusus bagi bus perusahaan saat ini belum memungkinkan mengingat mayoritas tempat tinggal karyawan terkonsentrasi di sekitar Jalan Sudarso, bukan di satu lokasi terpusat. Oleh karena itu, strategi penertiban akan difokuskan pada penyiapan titik henti yang lebih terpusat. Langkah konkret yang akan diambil adalah penentuan titik-titik halte yang disepakati bersama.
“Nanti solusinya mungkin halte yang terkonsentrasi. Jadi tidak boleh lagi bus singgah sembarangan untuk menurunkan atau menaikkan penumpang,” bebernya.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban tanpa mengganggu mobilitas karyawan yang mayoritas bekerja di sektor perusahaan tambang. Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan mengingat ini menyangkut kebijakan transportasi dan penegakan hukum di lapangan.
“Insyah Allah dalam waktu dekat ini segera lakukan koordinas dengan lintas sektor dan Menyusun penataan yang lebih efektif. Sehingga tujuannya untuk menciptakan ekosistem lalu lintas yang tertib dan nyaman bagi semua pihak dapat terwujud,” imbuhya. (adv/ir/lk)













