Lensakaltim.com (Kutim) – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, mengatakan bahwa saat ini bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Timur pada tahun 2025 relatif terkendali. Ia mengaku, mendekati Desember 2025, hanya ada satu kejadian yang tercatat yakni kebakaran di wilayah Bengalon.
Menurut Naim, laporan karhutla yang diterima BPBD tahun ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kecamatan-kecamatan lain di Kutim dilaporkan tidak mengalami kejadian karhutla besar, bahkan beberapa insiden kecil dapat ditangani langsung oleh pihak kecamatan atau masyarakat sebelum berkembang menjadi bencana lebih luas.
“Data yang ada menunjukkan bahwa kejadian karhutla besar terakhir itu hanya di Bengalon, sekitar tiga sampai empat hektare. Kecamatan lain alhamdulillah tidak ada laporan besar, kalaupun ada, skalanya kecil dan bisa ditangani sendiri,” ucap M. Naim belum lama ini.
Naim menambahkan, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya angka karhutla adalah kondisi cuaca. Kutim memasuki fase musim penghujan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga potensi kebakaran menurun drastis.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah mengalami peningkatan karhutla,” jelasnya.
Meski kondisi relatif aman, BPBD tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa pola cuaca yang tidak menentu dan perubahan iklim global dapat memicu munculnya karhutla secara tiba-tiba, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.
“Kami tetap mengimbau masyarakat tetap waspada. Meskipun sekarang musim penghujan, cuaca bisa berubah kapan saja. Aktivitas yang memicu api harus benar-benar dikendalikan. Kami mengharapkan masyarakat tetap menjaga lingkungan dan mennghindari aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” pungkasnya. (adv/dr/lk)













