Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ade Achmad Yulkafilah, menyampaikan tanggapan Bupati terkait pandangan umum fraksi-fraksi dalam dewan, mengenai rancangan Peraturan daerah (Raperda) APBD tahun 2026.
Rapat paripurna XIV masa persidangan ke satu tahun sidang 2025/2026, Rabu (26/11/2025), dipimpin langsung ketua DPRD Jimmi, serta didampingi wakil ketua 1 dan wakil ketua 2 serta 33 anggota DPRD lainya, baik yang hadir langsung maupun melalui zoom.
Ade Achmad Yulkafilah dalam laporanya mengatakan bahwa secara keseluruhan pemerintah menyambut baik pandangan umum fraksi DPRD Kutim. Ia juga mengapresiasi kritikan dan masukan sejumlah fraksi terlebih untuk kepentingan masyarakat secara luas.
”Pandangan masing-masing fraksi merupakan tanggapan konstruktif bagi pemerintah, dalam menjalankan tugasnya untuk mengelolah anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2026 mendatang,” jelas Ade Achmad Yulkafilah, membacakan laporan Bupati Kutim.
“Semoga pertemuan ini bisa menghasilkan consensus yang solid demi kemajuan dan kemandiran kabupaten Kutai Timur yang kita cintai bersama,” sambungnya.
Menurut Ade Achmad Yulkafilah, terkait APBD 2026 yang mengalami kenaikan dari target awal dari Rp 4,8 triliun naik menjadi Rp 5,7 triliun, pemerintah menyambut dan berharap kolaborasi terus diperkuat khususnya DPRD sebagai fungsi pengawasan dan penganggaran.
“Kami merespon secara positif seluruh pandangan fraksi termasuk PKS, untuk melakukan efisiensi anggaran. Maka dnegan ini pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan daerah dengan prinsip kehati-hatian dan akan mengalokasikan belanja daerah tepat sasaran dan memberikan nalai tambah untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ade.
“Seperti halnya dengan farksi Nasdem yang menginginkan belanja dapat dilakukan secara trasnparan, tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Begitupun dengan fraksi Golkar, yang mengaris bawahi belanja operasional, yang dinilai lebih besar. Secara garis besar, pemerintah memandang konstruktif pandangan dari fraksi-fraksi DPRD Kutim,” imbuhnya. (adv/lk)













