Lensakaltim.com (Kutim) – Buka keterisolasian wilayah pesisir yang selama ini sulit dijangkau, Pemerintah Kutai Timur (Kutim) terus memacu pembangunan infrastruktur strategis melalui proyek Coastal Way, jalur pesisir yang akan menghubungkan Desa Sandaran hingga Biduk-Biduk di kawasan selatan Kutim.
Dihadapan awak media, Bupati Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa Coastal Way bukan sekadar pembangunan jalan baru, tetapi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah selatan. Akses yang semakin terbuka diyakini dapat mengangkat potensi wisata bahari, serta mendorong ekonomi masyarakat pesisir.
“Coastal Way akan menjadi jalur strategis yang membuka banyak peluang baru bagi masyarakat. Wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akan terhubung lebih cepat dan efisien,” ujar Ardiansyah, Kamis (27/11/2025).
Jalur pesisir ini diakui Ardiansyah Sulaiman, merupakan kawasan selatan Kutim diprediksi akan berkembang menjadi koridor wisata bahari yang mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara. Keindahan pantai, potensi ekowisata, dan kekayaan alam yang selama ini tersembunyi diharapkan dapat dikenal lebih luas.
Coastal Way juga akan memudahkan mobilitas barang dan jasa, mendukung kegiatan nelayan, hingga membuka peluang investasi baru. Pemerintah daerah memastikan pembangunan dilakukan secara bertahap, memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, serta keberlanjutan.
Ardiansyah menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi salah satu penanda kemajuan Kutim dalam memperluas konektivitas dan pemerataan pembangunan. “Kami ingin masyarakat pesisir merasakan manfaat pembangunan secara langsung. Coastal Way adalah pintu menuju pertumbuhan itu,” pungkasnya.
“Ini Coastal Way diharapkan menjadi penggerak baru bagi perekonomian dan wajah pariwisata Kutai Timur di masa mendatang,” harap Ardiansyah Sulaiman. (adv/lk)













