Lensakaltim.com (Berau) – Meski saat ini masih dalam rata-rata Nasional, namun prevalensi stunting di daerah ini mencapai 34 persen, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau dibawah Bupati Sri Juniarsih Mas.
Dalam sambutanya pada pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan di Gedung Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Rabu (8/4/2026), Sri Juniarsih Mas, menyebut kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen, khususnya jajaran Tim Penggerak PKK dan Posyandu yang berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan aktif kader di tingkat bawah sangat menentukan keberhasilan dalam menekan angka stunting di daerah. “Penurunan stunting ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu peran aktif semua pihak, terutama PKK dan Posyandu untuk menggerakkan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menuturkan, data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZIKESGA) 2025 mencatat jumlah balita di Berau mencapai 23.105 anak. Namun, baru sekitar 40,6 persen yang rutin dipantau pertumbuhan dan perkembangannya.
Artinya, lebih dari separuh balita di Berau belum tersentuh pemantauan melalui layanan posyandu. “Kondisi ini menjadi tantangan besar. Kita harus meningkatkan kunjungan masyarakat ke posyandu agar pemantauan bisa maksimal,” jelasnya.
Rendahnya partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat upaya deteksi dini dan pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting nasional hingga 14 persen pada 2029. Untuk itu, Pemkab Berau mendorong seluruh jajaran terkait menjadikan isu stunting sebagai program prioritas.
Sri Juniarsih juga menegaskan pentingnya perencanaan yang terukur dan komunikasi yang solid antaranggota tim di lapangan.
“Setiap tim harus punya target yang jelas dan memastikan target itu dipahami serta dijalankan bersama,” imbuhnnya.
Pemkab Berau menilai percepatan penanganan stunting hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas sektor. Keterlibatan tenaga kesehatan, kader PKK, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat dinilai krusial dalam upaya ini.
Dengan kolaborasi yang kuat dan peningkatan kesadaran masyarakat, pemerintah optimistis angka stunting di Berau dapat ditekan secara bertahap. (*)













