Lensakaltim.com (Kutim) – Program pemerintah dengan merealisasikan dana pembangunan sebesar Rp 250 juta per rukun tetangga (rt), diakui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Muhammad Basuni, lebih tepat dimaksimalkan untuk pemberdayaan masyarakat terlebih pemenuhan kebutuhan dasar melalui peningkatan kapasitas warga.
Muhammad Basuni menekankan pentingnya penggunaan dana untuk pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan dasar, pemberdayaan dianggap penting karena menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh. “Bukan hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas dan pengetahuan warga,” jelas Basuni.
Ia menilai pentingnya pelatihan-pelatihan berbasis kebutuhan lokal, misalnya pelatihan kesehatan keluarga atau manajemen lingkungan RT yang dapat dibiayai melalui program ini. Dari total dana Rp 250 juta per RT, sekitar lima persen dialokasikan untuk operasional RT.
Menurutnya, bagian ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan dengan administrasi yang tertib dan perencanaan yang matang. “Operasional yang baik akan membuat akselerasi pemenuhan kebutuhan dasar lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” bebernya.
Lebih jauh Basuni mengaku bahwa program sangat efektif untuk pemenuhan kebutuhan warga. Dana RT menjadi instrumen efektif dalam mempercepat pemerataan pelayanan dasar. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kemampuan RT, dalam menyusun prioritas yang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat diwilayahnya.
“Jika optimal, saya kira program ini bukan hanya menyelesaikan persoalan kecil di tingkat RT, namun juga berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat Kutai Timur secara menyeluruh,” pungkasnya. (adv/dr/lk)













