Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan performa positif dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Kabar ini disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan dan juga plt Kepala Bappedda Kutim, Noviari Noor.
Ia menegaskan bahwa pemantauan pemerintah pusat menempatkan Kutim dalam posisi aman terkait penyerapan anggaran. Ia yakin, pemerintah pusat telah memantau penyerapan anggaran seluruh kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Dari hasil pemantauan tersebut, Kutim dinilai tidak menghadapi kendala serius.
“Sesuai yang disampaikan oleh Wabup, bahwa Kabupaten Kutai Timur tampaknya tidak ada masalah. Berarti dalam penyerapan anggaran tahun 2025 kita optimis bisa tercapai di atas 95%,” kata Noviari Noor, saat dimintai keterangan awak media belum lama ini.
Meski diakui masih ada kendala, namun Ia menuturkan bahwa ada sejumlah kegiatan tahun sebelumnya yang mengalami keterlambatan. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan anggaran berikutnya.
Noviari menekankan pentingnya menghindari timbulnya utang baru pada tahun 2025, agar beban keuangan daerah tidak menumpuk di tahun berikutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 akan ada penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), sehingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan harus dilakukan secara proporsional sesuai prioritas.
“Harapan ke depan, kita di tahun 2025 menghindari adanya utang lagi. Karena di tahun 2026 akan ada penyesuaian TKD. Tentunya kita melaksanakan pembangunan dengan proporsional, sesuai prioritas, agar tidak menimbulkan masalah utang di masa mendatang,” imbuhnya.
Komitmen menjalankan pembangunan yang berbasis prioritas, diharapkan pemeirntah bisa menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mendorong pembangunan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan serta mampu berdaya saing. (adv/ir/lk)













