Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Jalan Poros Kabo Raya

Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Jalan Porok Kabo Raya

Lensakaltim.com (Kutim) – Warga Desa Swargabara meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, untuk segera memperbaiki kondisi jalan rusak yang berada di depan PDAM Tirtatuabenua. Kerusakan jalan poros Kabo Jaya yang sudah berlangsung cukup lama ini, dinilai semakin membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Berdasarkan keluhan masyarakat, kondisi jalan dipenuhi lubang dan sering tergenang air ketika hujan turun. Genangan air yang menutup lubang di badan jalan membuat pengendara, khususnya sepeda motor, kesulitan melihat kondisi permukaan jalan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau hujan turun, jalan ini langsung banjir dan lubangnya tidak kelihatan. Banyak pengendara yang hampir jatuh,” ujar Aldiansyah.

Selain membahayakan pengendara, kondisi jalan yang rusak juga mengganggu aktivitas masyarakat serta mobilitas warga yang melintas di kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait, segera melakukan perbaikan agar jalan kembali aman dan nyaman digunakan.

“Kami masyarakat sangat menginginkan perbaikan jalan sangat mendesak mengingat jalur tersebut merupakan akses yang cukup ramai dilalui kendaraan setiap harinya,” paparnya

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan, baik melalui penambalan sementara maupun perbaikan permanen, agar masalah banjir dan lubang di badan jalan tidak terus membahayakan pengguna jalan.

WhatsApp Image 2026 03 17 at 14.50.42
Kepala Desa Swarga Bara Wahyudi Usman

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Swarga Bara Wahyudi Usman, tidak membantah keluhan dari masyarakat. Ia mengaku bahwa usulan perbaikan telah berulang kali dilakukan namun realisasi dilapangan masih nihil.

“Ini menjadi kewenangan penuh pemerintah kabupaten. Anggaran kami di Desa baik itu ADD maupun DD, tidak bisa melakukan perbaikan secara penuh karena jelas peruntukannya dan ini bertentangan dengan aturan yang ada,” ucap Wahyudi Usman

“Kita sudah sering berkoordinasi, karena yang bisa memperbaiki ini adalah pemerintah kabupaten maupun pihak ketiga dalam hal ini perusahaan. Panjangnya kurang lebih 350 meter, dan disinikan ada PDAM dan kantor Desa,” imbuhnya. (*/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *