Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan posisi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) kini nihil setelah seluruhnya diperhitungkan dan dimasukkan ke dalam struktur pembiayaan daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, SiLPA tidak lagi tercatat sebagai sisa anggaran yang mengendap. Pos tersebut telah ditempatkan dalam skema penerimaan dan pengeluaran pembiayaan sesuai mekanisme pengelolaan keuangan daerah.
“Sekarang SiLPA sudah nihil. Sudah dibagi di dalam jadwal akuntansi. Jadi ada penerimaan pembiayaan, ada pengeluaran pembiayaan. Sehingga itu harus nihil,” kata Ardiansyah, Rabu (30/9/2026) usai pengesahan P-APBD 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memperhitungkan SiLPA dalam struktur pembiayaan APBD. Dengan demikian, tidak ada lagi SiLPA yang dibiarkan menjadi sisa anggaran dalam perhitungan tersebut.
Namun, di tengah penataan pembiayaan daerah, Pemkab Kutim masih menghadapi sejumlah kewajiban yang harus diselesaikan, termasuk pembayaran utang daerah.
Ardiansyah memastikan anggaran untuk memenuhi kewajiban tersebut telah disiapkan. Realisasinya tinggal dilakukan sesuai ketentuan dan tahapan pembayaran yang berlaku.
“Utang sudah kita siapkan. Itu tinggal harus dibayar,” tegasnya.
Selain persoalan pembiayaan, Ardiansyah mengakui pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas jalan, masih menjadi pekerjaan besar Pemkab Kutim.
Menurutnya, sejumlah akses menuju wilayah desa belum sepenuhnya terkoneksi hingga ke ujung wilayah. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar di Kutim.
“Jalan memang yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita masih belum mantap. Masih banyak lagi,” ujarnya.
Ardiansyah menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kutim dapat terus meningkat dalam tiga tahun ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, masih harus mengejar ketertinggalan konektivitas agar akses masyarakat dan mobilitas antarwilayah semakin baik.
“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini paling tidak jalan kita bisa naik ke 50 atau 60 persen,” pungkasnya. (adv/rl/ao)













