Lensakaltim.com (Kutim) –Anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Yusuf T Silambi, menanggapi pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dan Bandara di Kutai Timur (Kutim).
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu memaparkan, Pelabuhan Kenyamukan yang masuk dalam Multi Years Contract (MYC) merupakan program prioritas dari Komisi C DPRD Kutim. Untuk itu, pihaknya terus memantau perkembangan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan itu.
“Pelabuhan ini sudah boleh dikatakan suatu keputusan komisi C, untuk pembangunannya mulai 2023 kemarin sampai 2025,” beber Yusuf Silambi, saat disambangi awak media belum lama ini.
Sementara itu, untuk pembangunan bandara di Kutai Timur sedikit menemui rintangan. Pasalnya, pembangunan itu berulang kali terkendala masalah izin. Hal inipun menyulitkan untuk pembangunannya.
“Bandara ini sudah beberapa kali kita bicarakan, hanya saja selalu terkendala di perizinan. Perizinan ini yang sudah kita urus kemarin untuk melanjutkan pembangunan di Kenyamukan, Pertamina tapi itu jadi masalah. Sekarang kita lobi KPC untuk lokasi diperpanjang,” ujar Yusuf.
Dia juga mengungkapkan, ada peran Anggota DPR-RI, Irwan Fecho dalam pembangunan bandara di Kutai Timur. Politisi itu menginginkan agar Kutim memiliki bandara sendiri.
“Pak Irwan Peco kemarin mengharapkan kutai timur ada lapangan pesawatnya paling lambat di tahun 2025 itu harapan beliau hanya saja saat ini untuk lapangan pesawat itu gawainya masih di dinas perhubungan,” ucapnya.
Selain itu, dia juga memaparkan, untuk efektivitas, DPRD Kutim menilai lebih baik membangun sendiri bandaranya, daripada harus meminjam milik KPC. Pasalnya, Pemerintah bisa lebih leluasa dalam penggunaan bandara ketimbang harus berbagi dengan KPC.
“Saran kami dari komisi C lebih baik kita bangun yang baru, dalam arti bahwa anggaran kami di multiyears itu karena kalau KPC agak sedikit perizinannya dimana lokasi tambang itukan sama-sama kita lindungi,” pungkasnya. (adv/im/lk01)













