Lensakaltim.com (Kutim) – Penuhi kebutuhan air bersih masyarakat khususnya distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Perumdam Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim mengambil langkah cepat melalui kerja sama penyediaan air curah dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim, Suparjan, menjelaskan bahwa sumber air pada lokasi GMP dan Aphi-Aphi di Gunung Sekerat mengalami penurunan debit yang cukup drastis. Penurunan volume air itu berdampak langsung terhadap kemampuan sistem penyediaan air baku. Sehingga distribusi menuju dua desa di Kecamatan Sangkulirang tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Terhentinya distribusi air bersih ke Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, disebabkan oleh menurunnya debit mata air pada sumber GMP dan Aphi-Aphi di Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang. Saat ini debit kedua sumber mata air tersebut hanya mencapai sekitar 15 liter per detik, sedangkan pada kondisi normal saat musim hujan debitnya mencapai sekitar 50 liter per detik,” ungkap Suprjan belum lama ini.
Menghadapi situasi itu, Perumdam TTB Kutim memilih memperkuat pasokan melalui skema kerja sama dengan SPAM KEK Maloy yang dikelola PT Melati Bhakti Sejahtera (PT MBS), perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, Perumdam Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur telah melakukan kerja sama penyediaan air bersih curah dari SPAM KEK Maloy yang dikelola oleh PT Melati Bhakti Sejahtera (PT MBS), Perusahaan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” terangnya.
Melalui kerja sama itu, pihaknya menargetkan distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy dapat kembali berlangsung . Target itu bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung yang kini tengah dipersiapkan oleh PT MBS.
Suparjan menegaskan bahwa seluruh langkah teknis yang ditempuh merupakan ikhtiar untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat. Optimalisasi sumber pasokan alternatif, penguatan infrastruktur distribusi, serta penyelesaian proses kerja sama dengan PT MBS menjadi rangkaian upaya yang diharapkan mampu mengembalikan pelayanan kepada pelanggan.
“Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh upaya teknis, agar pelayanan air bersih kepada masyarakat terus berjalan dengan baik. Karena kepuasan pelanggan merupakan yang utama,” pungkasnya. (*)













