Stadion Kudungga Makin Hidup, Haornas Kutim Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup

Stadion Kudungga Makin Hidup, Haornas Kutim Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim, Basuki Isnawan.

Lensakaltim.com (Kutim) – Suasana olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan geliat. Stadion Kudungga di Sangatta tak lagi sekadar menjadi fasilitas olahraga, tetapi perlahan berubah menjadi ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas.

Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September pun dimanfaatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim untuk semakin mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup.

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan, semangat berolahraga tidak boleh hanya muncul ketika Haornas tiba. Menurutnya, tanpa momentum peringatan sekalipun, aktivitas olahraga di Kutim harus tetap berjalan.

“Haornas bukan memperingati, tapi masih dalam suasana olahraga. Tanpa Haornas pun kita tetap olahraga. Lihat saja Stadion Kudungga sekarang ramai dan hidup,” kata Basuki saat diwawancara, Selasa (15/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat untuk beraktivitas fisik mulai tumbuh. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar fasilitas olahraga yang tersedia benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

Haornas, kata Basuki, seharusnya tidak dipandang hanya sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kebugaran sekaligus membangun budaya olahraga secara berkelanjutan.

Konsep kegiatan Haornas di Kutim juga akan dikemas lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dispora akan berkolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutim dengan menggabungkan aktivitas olahraga dan pelayanan publik.

Sejumlah pelayanan seperti SIM, SKCK hingga pemeriksaan kesehatan akan dihadirkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Masyarakat dapat berolahraga sekaligus memperoleh pelayanan.

“Haornas nanti akan banyak pelayanan. Ada pelayanan SIM, SKCK, pemeriksaan kesehatan sambil berolahraga,” ujarnya.

Kolaborasi dengan kepolisian juga diarahkan untuk memperkuat kampanye keselamatan berlalu lintas. Olahraga menjadi pintu masuk untuk menyampaikan pesan bahwa aktivitas masyarakat harus dibarengi dengan kesadaran menjaga keselamatan di jalan.

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah fenomena balap liar. Basuki menyebut pendekatan yang dilakukan bersama kepolisian tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga menyediakan wadah bagi anak muda untuk menyalurkan minatnya secara positif.

Pemerintah bersama kepolisian menyediakan sarana dan prasarana latihan di Stadion Kudungga. Latihan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita.

Namun, setiap peserta diwajibkan memenuhi standar keselamatan dengan menggunakan perlengkapan safety secara lengkap.

“Seperti balap liar saat ini, itu hasil kolaborasi dengan polisi. Jadi kami berikan wadah, sarana prasarananya. Dilakukan latihan jam 3 sore di Stadion Kudungga, dengan catatan memakai safety lengkap,” jelas Basuki.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan olahraga sebagai ruang pembinaan generasi muda. Hobi yang berpotensi dilakukan secara liar diarahkan ke fasilitas resmi sehingga lebih aman, terukur, dan memiliki peluang berkembang menjadi prestasi.

Bagi Dispora Kutim, geliat Stadion Kudungga menjadi modal penting. Semakin banyak masyarakat yang datang dan berolahraga, semakin besar pula peluang terbentuknya budaya hidup sehat di daerah tersebut.

Karena itu, Haornas 9 September diharapkan bukan menjadi garis akhir sebuah perayaan, melainkan titik pengingat agar masyarakat terus bergerak. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *