Lensakaltim.com (Kutim) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis guna memastikan stabilitas pasokan air bersih bagi masyarakat selama perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H. Rapat dipimpin langsung Direktur Utama Perumda TTB, Suparjan, berlangsung Sangatta, Senin (16/3/2026).
Dalam arahannya, Suparjan menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga pelayanan prima di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat hari raya. Ia memastikan bahwa kesiapan operasional di seluruh Cabang dan Unit pelayanan saat ini berada dalam kondisi aman.
Berdasarkan hasil pemetaan kesiapan teknis, Perumda TTB menjamin ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan kimia pengolahan air mencukupi untuk operasional selama masa libur panjang. Selain aspek logistik, kesiapan personel di lapangan juga telah disiagakan guna mengantisipasi kendala teknis secara cepat.
“Secara umum, seluruh Cabang dan Unit dalam kondisi siap. Kami telah memastikan dukungan BBM, bahan kimia, serta ketersediaan SDM untuk menjaga kelancaran pelayanan selama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” ujar Suparjan.
Guna memitigasi risiko lonjakan penggunaan air di fasilitas publik, jajaran manajemen memberikan instruksi khusus kepada Kepala Cabang Sangatta Utara dan Kepala Cabang Kaliorang. Keduanya diminta melakukan koordinasi intensif dengan manajemen RSUD Kudungga dan RSUD Kaliorang.
Langkah ini mencakup perencanaan skema penyimpanan air cadangan (water storage) di lingkungan rumah sakit. “Akses air bersih di fasilitas kesehatan adalah prioritas. Kami meminta cabang terkait untuk bersiaga penuh mengantisipasi peningkatan penggunaan air di RSUD,” tambahnya.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap potensi gangguan di lapangan, seluruh Kepala Cabang dan Kepala Unit diinstruksikan untuk meningkatkan intensitas komunikasi melalui kanal digital. Koordinasi aktif via grup WhatsApp akan menjadi tulang punggung pelaporan kendala secara real-time selama 24 jam.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat Kutai Timur dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari raya tanpa kekhawatiran terkait akses air bersih. (*)













