Lensakaltim.com (Kutim) – Bukit Pelangi, Sangatta, berubah menjadi lautan pelari, Minggu (27/9/2026) pagi. Sebanyak 2.583 pelari dari berbagai daerah di Kalimantan Timur tumpah ruah mengikuti Bupati Running Fest Kutai Timur (Kutim) 2026.
Suasana kawasan Alun-Alun Bukit Pelangi sudah ramai sejak pagi. Pelari dari berbagai kelompok usia memenuhi area start. Jersey warna-warni, nomor peserta, hingga atribut komunitas membuat suasana semakin semarak.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka langsung kegiatan tersebut. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelajar, masyarakat umum, komunitas pelari hingga kelompok master turut ambil bagian.
Bupati Run Fest 2026 dikemas dalam beberapa kategori. Yakni Kids Dash, 5K Pelajar, 5K Umum, serta 10K Umum dan Master.
Pembagian kategori itu membuat ajang lari tidak hanya menjadi arena mengejar waktu. Anak-anak, pelajar, pelari umum hingga kelompok usia master mendapat ruang untuk berpartisipasi sesuai kategori masing-masing.
Ardiansyah mengatakan, kegiatan lari bukan semata-mata tentang persaingan maupun catatan waktu. Lebih dari itu, olahraga harus menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat masyarakat.
“Kita ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Bukan hanya untuk berprestasi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan, membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang positif di tengah masyarakat,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan olahraga lari semakin diminati masyarakat. Karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak kelompok usia dan komunitas.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini mendorong masyarakat untuk bergerak dan hidup lebih sehat,” ujarnya.
Dia berharap geliat olahraga tersebut juga menjadi pintu bagi lahirnya atlet-atlet muda Kutim. Terutama melalui keterlibatan anak-anak dan pelajar dalam kegiatan olahraga sejak usia dini.
Kategori Kids Dash menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk mulai mengenal olahraga lari. Sementara kategori 5K dan 10K memberikan kesempatan bagi pelajar, pelari umum dan kelompok master untuk menguji kemampuan sekaligus menikmati suasana olahraga bersama.
Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim membuat Bupati Run Fest 2026 tidak sekadar menjadi agenda olahraga lokal. Ajang tersebut juga mempertemukan komunitas pelari dari berbagai daerah dan memperkenalkan Sangatta sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan olahraga masyarakat.
Bagi Pemkab Kutim, geliat olahraga masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat.
Semarak kegiatan semakin terasa ketika peserta mulai bergerak dari garis start. Ribuan pelari berlari bersama, membawa semangat kompetisi sekaligus kebersamaan.
Bupati Run Fest Kutim 2026 pun tidak hanya menempatkan garis finis sebagai tujuan. Di balik kompetisi, terselip pesan tentang pentingnya kesehatan, kedisiplinan dan budaya olahraga.
Dengan 2.583 peserta, Bupati Run Fest 2026 menjadi salah satu gelaran yang menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari di Kutai Timur dan Kalimantan Timur. (adv/rl/ao)













