Lensakaltim.com (Kutim) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Workshop Monitoring, dengan tajuk Kesiapan Fisik dan Performa Atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser.
Workshop berlangsung di aula KONI Kutim selama empat hari, (29 September – 2 Oktober 2026), dengan menghadirkan narasumber berkompeten yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang kepelatihan olahraga. Agenda ini menyasar pelatih dari 64 cabang olahraga (cabor) yang akan turut ambil bagian dalam Porprov VIII Kaltim.
Ketua Panitia Workshop, Aleks Bhajo, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelatih dalam mempersiapkan atlet Kutim agar mampu memberikan prestasi terbaik.
“Untuk meningkatkan pengetahuan atlet Kutim, mudah-mudahan ini menjadi bekal bagi para pelatih untuk mendidik atlet Kutim lebih baik. Dari sebelumnya dapat juara tiga, mudah-mudahan bisa tembus posisi kedua bahkan juara umum,” ujar Aleks, Selasa (29/9/2026)
Menurutnya, meskipun persiapan menuju pelaksanaan Porprov cukup terbatas dari sisi waktu, pihaknya tetap berkomitmen melaksanakan workshop tersebut. “Walaupun waktunya sedikit, saya berkomitmen ini tetap dilaksanakan agar hasil atlet Kutim terus mumpuni. Tidak hanya bertanding di level Porprov, tetapi juga bisa tembus nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya KONI membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terukur. “Kita ingin mencoba dengan sistem yang terukur, sehingga hasil yang ingin dicapai bisa maksimal,” beber Rudi Hartono.
Ia menegaskan, workshop tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menghadapi Porprov VIII Kaltim. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang atlet Kutim.
“Workshop ini tidak hanya untuk Porprov semata, namun untuk masa depan atlet Kutim,” ujarnya.
Kesempatan itu, Rudi berharap Kutim ke depan mampu menjadi salah satu daerah yang menghasilkan banyak atlet potensial di Kalimantan Timur. Menurutnya, pembinaan tersebut harus dimulai dari peningkatan kualitas pelatih.
“Kita ingin Kutim bisa menjadi gudangnya para atlet di Kaltim. Kita awali dari pelatih yang baik. Semoga ke depannya bisa lebih meningkat karena narasumber yang kita datangkan merupakan pelatih yang telah diakui, baik di kancah nasional bahkan internasional,” jelasnya.
“Semoga workshop ini bisa diserap seluruh pelatih dan bisa diimplementasikan pada Porprov Kaltim, sehingga hasil tiga besar bisa terwujud. Terima kasih untuk cabor yang telah hadir dan menjadi bagian dari workshop ini,” pungkasnya. (adv/ao)













