Lawan Perundungan di Sekolah, DPPPA Kutim Buka Layanan Konseling dan Edukasi Gratis

Lawan Perundungan di Sekolah, DPPPA Kutim Buka Layanan Konseling dan Edukasi Gratis
Plt Kepala DPPPA Kutim, Idham Choliq.

Lensakaltim.com (Kutim) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menciptakan iklim pendidikan yang aman dan ramah anak terus diperkuat. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, pemerintah daerah secara terbuka membuka ruang pendampingan psikologis serta program edukasi pencegahan perundungan (bullying) tanpa dipungut biaya bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah Kutim.

Langkah strategis ini menjadi respons nyata pemerintah daerah untuk mewujudkan lingkungan Sekolah Ramah Anak (SRA) sekaligus menangani persoalan kesehatan mental siswa yang terdampak aksi perundungan.

Plt Kepala DPPPA Kutim, Idham Choliq, menegaskan bahwa pihaknya siap menerjunkan tim secara langsung ke sekolah-sekolah yang membutuhkan intervensi maupun pendampingan khusus.

“Kami akan datang ke sekolah-sekolah untuk melakukan program pendampingan kepada siswa yang terkendala mental akibat perundungan,” ujar Idham saat ditemui, Senin (21/9/2026).

Menurut Idham, tantangan yang dihadapi tiap satuan pendidikan sangat dinamis dan kompleks. Persoalan yang beredar di lingkungan sekolah tidak hanya sebatas hubungan antarsiswa di kelas, melainkan erat kaitannya dengan latar belakang sosial hingga pola pengasuhan dalam keluarga.

Oleh sebab itu, kolaborasi erat antara pihak sekolah dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memetakan serta menyelesaikan akar masalah.

“Yang paling tahu kondisi dan masalah di lapangan adalah pihak sekolah itu sendiri. Karena itu, kami mengimbau sekolah untuk tidak ragu berkoordinasi apabila membutuhkan edukasi maupun penanganan terhadap persoalan perlindungan anak,” tegasnya.

Idham membeberkan bahwa mekanisme untuk mendapatkan program pendampingan dan edukasi ini dirancang sangat praktis. Pihak sekolah cukup mengajukan permohonan secara resmi melalui surat yang ditujukan kepada DPPPA Kutim.

“Jika ada sekolah yang membutuhkan sosialisasi pencegahan bullying, masalah narkoba, atau edukasi pola asuh, silakan bersurat kepada kami,” tutup Idham. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *