Lensakaltim.com (Kutim) – Semangat memperingati 27 tahun perjalanan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tetap dijaga di tengah kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim memastikan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 tetap dapat berjalan, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi udara dan aspek kesehatan masyarakat.
Penyesuaian tersebut menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah agar semarak perayaan HUT tidak mengesampingkan keselamatan warga. Setiap kegiatan yang melibatkan aktivitas di luar ruangan akan mempertimbangkan laporan kualitas udara di wilayah masing-masing.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno, mengatakan kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, kondisi udara menjadi salah satu dasar dalam menentukan apakah sebuah kegiatan masih aman untuk dilaksanakan. Prinsip yang sama juga diterapkan dalam kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan di wilayah dengan kualitas udara yang dinilai tidak memungkinkan untuk aktivitas fisik di luar ruangan.
“PJJ menyesuaikan dengan laporan cuaca berdasarkan kewilayahan. Di mana yang dilakukan PJJ adalah wilayah-wilayah yang memang berdasarkan pengukuran, kualitas udaranya tidak memungkinkan untuk dilakukan pelaksanaan kegiatan fisik lapangan,” ujar Trisno, Kamis (8/10/2026).
Untuk rangkaian HUT ke-27 Kutim, pemerintah juga akan terus mencermati laporan kondisi udara. Laporan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam memastikan kegiatan berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kegiatan-kegiatan itu juga nanti akan disesuaikan dengan laporan kondisi udara di Kutim,” katanya.
Trisno menegaskan, penyesuaian kondisi udara bukan berarti seluruh agenda HUT otomatis mengikuti penerapan PJJ. Pemerintah tetap berupaya menjaga agar momentum 27 tahun Kutim dapat dirayakan bersama masyarakat, dengan tetap mengedepankan faktor kesehatan.
“Jadi nanti seluruh agenda ini bukan terkait PJJ, tapi terkait dengan menjaga kesehatan masyarakat. Indikasi gangguan kesehatan berkenaan dengan pencemaran lingkungan tetap menjadi perhatian khusus di dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT Kutim,” jelasnya.
Karena itu, kegiatan yang masih memungkinkan untuk dilaksanakan akan dibarengi dengan penguatan mitigasi kesehatan. Pemerintah menyiapkan dukungan berupa alat kesehatan, masker hingga tenaga medis di lokasi kegiatan.
Dengan langkah tersebut, masyarakat tetap dapat mengikuti berbagai agenda perayaan HUT tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan kesehatan.
Namun, pemerintah juga menyiapkan opsi penundaan hingga pembatalan apabila kualitas udara mencapai kondisi ekstrem dan sangat berbahaya.
“Kalau memang tidak ekstrem, kalau ekstrem bisa saja ditunda, dibatalkan. Kalau dalam kondisi sangat berbahaya dan ekstrem, saya rasa tidak cukup alasan untuk tetap dilaksanakan,” tegasnya.
Sebaliknya, selama hasil analisis Dinas Kesehatan menunjukkan kondisi masih memungkinkan, agenda HUT tetap dilaksanakan dengan sejumlah penyesuaian dan penguatan mitigasi.
“Tetapi sepanjang itu tidak ekstrem, menurut analisis Dinas Kesehatan masih memungkinkan, kita tetap melaksanakan tetapi dengan penguatan mitigasi kesehatan,” imbuhnya. (adv/rl/ao)













