Kabar Pengangkatan Guru-Nakes, Ardiansyah Sebut Bisa Buka Ruang Fiskal Kutim

Kabar Pengangkatan Guru-Nakes, Ardiansyah Sebut Bisa Buka Ruang Fiskal Kutim
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

Lensakaltim.com (Kutim) – Kebijakan pemerintah pusat terkait pengangkatan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendidikan menjadi aparatur sipil negara (ASN) mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan ruang fiskal lebih bagi pemerintah daerah. Terutama apabila tenaga yang nantinya berstatus CPNS tersebut pembiayaannya menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saya senang. Sehingga nantinya akan naik jadi CPNS. Dan sudah pasti kalau CPNS maka itu APBN,” kata Ardiansyah, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, apabila sebagian beban pembiayaan tenaga tersebut tidak lagi ditanggung pemerintah daerah, anggaran Kutim dapat memiliki ruang yang lebih besar untuk diarahkan pada kebutuhan pembangunan lainnya.

Ruang fiskal tersebut, lanjut Ardiansyah, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas daerah.

“Yang lain bisa kita fokuskan lagi untuk program pembangunan yang terkait di Kutim,” ujarnya.

Selain persoalan fiskal, Ardiansyah juga menyampaikan perkembangan terbaru dari sektor pertambangan. Ia menyebut RKAB sejumlah perusahaan tambang yang sebelumnya menjadi perhatian kini telah kembali normal.

Kondisi tersebut dinilai penting karena aktivitas pertambangan memiliki keterkaitan dengan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Kutim.

Sebelumnya, Ardiansyah mengaku khawatir persoalan RKAB berdampak terhadap kegiatan operasional perusahaan hingga memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Tapi ada hal yang harus saya syukuri. Kalau nggak salah perusahaan tambang yang kemarin RKAB-nya sudah kembali normal. Sudah dikembalikan,” katanya.

Kekhawatiran terhadap PHK massal, kata Ardiansyah, sempat menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, dengan kembalinya RKAB, aktivitas perusahaan disebut mulai berjalan sesuai dengan rencana kerja yang telah dimiliki.

“Yang saya takutkan itu PHK massal. Tapi alhamdulillah sekarang sudah kembali normal dan kegiatan itu sudah sesuai lagi dengan apa yang mereka miliki, apa RKAB yang mereka siapkan,” pungkasnya. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *