Lensakaltim.com (Kutim) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menanti realisasi dana kurang salur dari pemerintah pusat. Pemkab berharap kekurangan transfer tersebut dapat masuk pada tiga bulan terakhir 2026.
Persoalan transfer tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah di tengah penyusunan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun Kementerian Keuangan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan anggaran daerah dapat terpenuhi.
Menurut Ardiansyah Sulaiman, penyaluran dana dari pemerintah pusat dapat dilakukan secara bertahap. Karena itu, pihaknya masih menunggu hingga penghujung tahun.
“Di kementerian itu kadang-kadang mereka bertahap, sampai kita tunggu sampai Desember. Ada informasi mudah-mudahan dalam tiga bulan ini akan masuk,” ujar Ardiansyah kepada awak media usai menghadiri rapat paripurna, terkait penyampaian nota pengantar KUA PPAS tahun 2026, di kantor DPRD Kutim, Jum’at (18/9/2026) sore.
Bersama wakil Bupati Mahyunadi, Ardiansyah berharap dana kurang salur tersebut segera direalisasikan pemerintag pusat, sehingga kemampuan fiskal daerah dapat kembali diperkuat.
“Kita berharap ini bisa ada di tiga bulan terakhir ini. Ini tentu yang kami harap karena banyak kebutuhan yang bisa dipergunakan,” tegasnya.
Bagi Kutim, realisasi dana tersebut menjadi penting karena berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program yang telah direncanakan.
Pemkab pun terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat sembari mematangkan perubahan APBD tahun 2026. (adv/rl/ao)













