Perubahan APBD Kutim Dikebut, Program Sempat Tergeser Diharapkan Kembali Jalan

Perubahan APBD Kutim Dikebut, Program Sempat Tergeser Diharapkan Kembali Jalan
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.

Lensakaltim.com (Kutim) – Waktu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk menuntaskan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 semakin terbatas. Bersama DPRD, pemerintah daerah mengejar penyelesaian pembahasan agar perubahan APBD dapat disahkan pada 30 September.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembahasan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia. Di tengah proses tersebut, pemerintah masih membuka peluang adanya tambahan anggaran pada September.

“Sepertinya kita mendapatkan ada semacam lampu segar, ada tambahan lagi di bulan September ini. Mudah-mudahan ini bisa terpenuhi, sehingga kita bisa melakukan perubahan ini dengan beberapa tambahan yang ada,” kata Ardiansyah, Jum’at (18/9/2026).

Ruang fiskal tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menyesuaikan kembali sejumlah program yang sebelumnya terdampak pergeseran anggaran. Ardiansyah menyebut, kondisi fiskal membuat tidak seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target awal.

“Dengan perubahan ini kita bisa kembali melaksanakan program itu dengan baik. Semoga saja,” ujarnya.

Untuk memastikan ketersediaan anggaran, Pemkab Kutim terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian Keuangan. Menurut Ardiansyah, perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi harus mampu mendukung program yang telah dipersiapkan pemerintah.

Di sisi lain, target pengesahan pada 30 September membuat waktu pelaksanaan program semakin pendek. Jika pembahasan rampung sesuai jadwal, pemerintah daerah hanya memiliki sekitar tiga bulan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program hingga tutup tahun anggaran.

Karena itu, percepatan pembahasan menjadi penting agar program yang sempat tertunda atau bergeser dapat segera ditindaklanjuti setelah perubahan APBD disahkan.

“Mudah-mudahan 30 September sudah bisa kita ketuk,” tegas Ardiansyah.

Pemkab Kutim berharap perubahan APBD 2026 dapat menjadi pijakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program pada penghujung tahun, sesuai kemampuan anggaran daerah. (adv/rl/ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *