Lensakaltim.com (Kutim) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim untuk memperkuat pelestarian olahraga tradisional. Melalui delapan cabang perlombaan, Dispora berupaya mengenalkan kembali permainan warisan leluhur kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Kutim ini melibatkan pelajar, perangkat daerah, hingga masyarakat umum. Beragam permainan tradisional dihadirkan untuk memeriahkan hari jadi kabupaten sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal olahraga yang sarat nilai kebersamaan dan ketangkasan.
Delapan cabang yang diperlombakan meliputi gasing, sumpit, asen naga, ketapel, kasti, bakiak, enggrang, hingga lari balok estafet. Setiap cabang memiliki tantangan tersendiri yang menguji keterampilan, konsentrasi, strategi, dan kekompakan peserta.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kutim, Anisia Astuti, yang mewakili Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan, mengatakan perlombaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kutim. Lebih dari sekadar memeriahkan perayaan, kegiatan ini menjadi sarana untuk menjaga agar olahraga tradisional tetap dikenal dan diminati masyarakat.
“Memeriahkan HUT Kutim, kami melaksanakan lomba olahraga tradisional yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum. Kami ingin olahraga tradisional ini tetap dikenal, diminati, dan terus dilestarikan,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan olahraga tradisional kepada generasi muda penting dilakukan agar permainan yang diwariskan secara turun-temurun tidak semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman. Keterlibatan pelajar dalam perlombaan juga menjadi salah satu upaya menumbuhkan minat sejak dini.
Selain menjadi hiburan, olahraga tradisional mengandung nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sportivitas, kedisiplinan, ketangkasan, hingga semangat bekerja sama dalam mencapai tujuan.
Rangkaian perlombaan olahraga tradisional dalam memeriahkan HUT ke-27 Kutim dijadwalkan berakhir pada 16 Oktober 2026. Penyerahan hadiah kepada para pemenang juga dilaksanakan pada hari terakhir perlombaan.
Dispora Kutim berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membudayakan olahraga sekaligus menjaga warisan permainan tradisional di tengah masyarakat.
“Harapan kami, olahraga tradisional ini tidak hanya meriah saat perayaan HUT Kutim, tetapi juga terus dikenal dan diminati generasi muda. Dengan begitu, warisan leluhur tetap terjaga dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutup Anisia. (adv/rl/ao)













