YAKITA Ajak Siswa SDN 011 Sangatta Utara Mengenal dan Menjaga Kelestarian Hutan

YAKITA Ajak Siswa SDN 011 Sangatta Utara Mengenal dan Menjaga Kelestarian Hutan
YAKITA Ajak Siswa SDN 011 Sangatta Utara Mengenal dan Menjaga Kelestarian Hutan

Lensakaltim.com (Kutim) – Yayasan Konservasi Etam Nusantara (YAKITA) kembali menggelar program Petualangan Sahabat Konservasi: Mengenal, Menjaga, dan Mencintai Alam 2026. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya di SDN 011 Sangatta Utara, program ini menjadi upaya menanamkan pengetahuan, kepedulian, dan kecintaan terhadap lingkungan hidup sejak usia dini melalui pembelajaran mendalam (deep learning).

Kegiatan berlangsung selama dua hari, (13/10/2026) di aula SDN 011 Sangatta Utara, dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke Sangkima Jungle Park, kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), (14/10/2026).

Ketua YAKITA, Muli Edwin, mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Yayasan terhadap pembelajaran mendalam yang menghubungkan materi di kelas dengan pengalaman langsung di alam.

“Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang hutan, satwa, tumbuhan, dan ekosistem, tetapi juga didorong untuk membangun sikap peduli serta melakukan tindakan sederhana dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif siswa sekaligus membuat pembelajaran lingkungan lebih menarik dan mudah dipahami,” ucapnya.

Sementara itu, pembina YAKITA, Dr. Aliri, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengenalkan peran hutan dan ekosistem kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan lingkungan menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam dan kualitas lingkungan hidup.

“Memahami fungsi hutan, keanekaragaman hayati, serta hubungan antarmakhluk hidup, anak-anak diharapkan menyadari bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya Dr. Aliri.

Hari kedua petualangan Sahabat Konservasi 2026, para siswa diajak mengikuti kunjungan edukatif ke Sangkima Jungle Park, kawasan TNK. Para peserta mendapatkan pengalaman belajar langsung melalui jelajah alam, interpretasi lingkungan, permainan konservasi, pengamatan keanekaragaman hayati, serta aksi menjaga kebersihan lingkungan.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman yang telah diperoleh di sekolah. Selain itu, interaksi langsung dengan lingkungan hutan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab siswa terhadap kelestarian ekosistem hutan tropis.

Pada kesempatan itu, peserta juga diberikan pemahaman dan ajakan bersama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edukasi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap ancaman kebakaran hutan serta pentingnya menjaga lingkungan dari aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

Program edukasi konservasi yang memadukan pembelajaran dan aksi nyata ini dapat terus berlanjut. “Anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi sahabat alam yang peduli, bertanggung jawab, dan aktif menjaga kelestarian hutan demi masa depan,” imbuhnya. (ao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *